Pesona Taman Nasional Way Kambas, Rumah bagi gajah sumatera
personRifa Tria
Maret 06, 2024
0
share
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Indonesia. Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya.
Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapatInternational Rhino Foundationyang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.
Taman nasional sendiri didirikan sebagai tempat konservasi bagi keanekaragaman hayati Indonesia yang begitu melimpah.
Di sisi lain, taman nasional juga dimanfaatkan sebagai tempat hidup masyarakat setempat dan menjadi salah satu penggerak ekonomi melalui pariwisata.
Berwisata ke taman nasional memang memberikan kesan yang berbeda. Pasalnya, kawasan taman nasional merupakan kawasan alam dan budaya yang masih alami sesuai dengan kondisi aslinya.
Ada banyak hal menarik yang bisa kita temukan di wilayah taman nasional, salah satunya satwa endemik gajah sumatera yang tinggal di Taman Nasional Way Kambas.
Sejarah Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas mulanya bernama kawasan hutan Way Kambas yang kemudian dijadikan sebagai hutan lindung pada tahun 1924.
Kawasan Pelestarian Alam Way Kambas kemudian diresmikan tahun 1936 oleh Resident Lampung, Rookmaker.
Kawasan Pelestarian Alam ini kemudian dikelola oleh Sub Balai Kawasan Pelestarian Alam (SB KPA). Pada tahun 1985, kawasan tersebut diubah menjadi Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam.
Barulah pada tahun 1989 dideklarasikan sebagai Kawasan Taman Nasional Way Kambas. Surat Keputusan Menteri Kehutanan tanggal 13 Maret 1991 menyatakan Way Kambas sebagai Taman Nasional.
Pendirian kawasan pelestarian ini pastinya bertujuan untuk melindungi flora dan fauna yang hidup didalamnya. Ada beberapa satwa liar yang bisa kita temui di dalam kawasan ini, seperti gajah sumatera, primata, rusa sambar, kijang, harimau sumatera, dan beruang madu.
Lokasi dan Harga Tiket Masuk
Taman Nasional Way Kambas berada di Raja Basa Lama, Labuhan Ratu, Lampung Timur. Jika Eigerian ingin berkunjung kesini, tersedia akses jalan raya dari pusat kota Bandar Lampung yang cukup baik dan mudah dilalui.
Jarak Taman Nasional Way Kambas dari Bandar Lampung sekitar 112 km dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua setengah jam. Taman Nasional ini dibuka untuk umum mulai pukul 8 pagi hingga 6 sore.
Harga tiket masuk Taman Nasional Way Kambas juga sangat terjangkau. Kita hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp7.000,-/orang dan Rp10.000,- untuk kendaraan roda empat.
Sebelum masuk ke gerbang taman nasional, kita bisa menemui banyak pedagang pisang jika ingin ikut memberi makan gajah.
Ada berbagai jenis flora dan fauna yang bisa kita jumpai di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas, lho.
1. Flora
(Foto pohon meranti. Sumber: Fineartamerica.com)
Taman Nasional Way Kambas punya lima tipe ekosistem dengan vegetasi tumbuhan yang berbeda. Pada ekosistem hutan hujan dataran rendah jenis flora yang bisa ditemui antara lain eriung (Trema orientalis), beringin hutan (Ficus fistula), meranti (Shorea sp.).
Pada ekosistem hutan pantai, kita bisa menemukan beberapa jenis flora dari kelompok pandan, cemara pantai, dan kelapa. Pada ekosistem mangrove banyak terdapat jenis flora api-api, Rhizophora, dan Bruguiera.
Pada area pasang surut, ditemukan jenis tumbuhan nipah (Nypa fruticans) dan pada beberapa wilayah dekat sungai lainnya akan dijumpai kelompok nibung (Oncosperma tigillarium).
Terdapat juga ekosistem hutan rawa yang banyak ditumbuhi tumbuhan merbau (Intsia palembanica), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), mahang (Macaranga sp).
Selain itu, ada juga ekosistem hutan riparian yang banyak ditumbuhi rengas (Gluta renghas), waru (Hibiscus tiliaceus), serta Ficus retusa.
Sedangkan untuk flora di ekosistem hutan sekunder yaitu damar (Shorea sp.), keruing (Dipterocarpus sp.), puspa (Schima wallichii), dan sempur (Dillenia excelsa).
2. Fauna
(Foto elang alap besar. Sumber: Instagram btn_waykambas)
Ada banyak satwa yang bisa kita jumpai di Way Kambas. Mulai dari kelompok mamalia, kita bisa menjumpai satwa gajah sumatera (Elephas maximus), harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), macan dahan (Neofelis nebulosa), berang-berang (Lutra sumatrana), trenggiling (Manis javanica), anjing hutan (Cuon alpinus), dan masih banyak lagi.
Dari kelompok aves atau burung, diperkirakan ada sekitar 286 jenis burung yang tinggal di Way Kambas.
Beberapa di antaranya yakni elang alap besar (Accipiter virgatus), gajahan timur (Numenius madagascariensis), pelatuk besi (Dinopium javanense), kirik-kirik laut (Merops philippinus), celetuk merah (Otus rufescens), tiong emas (Gracula religiosa), kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris), serta elang gunung (Aceros undulatus).
Adapun untuk kelompok reptil dan amfibi antara lain adalah penyu, ular, buaya rawa (Crocodylus porosus), dan buaya senyulong (Tomistoma schlegelii).
Sementara itu, dari kelompok ikan ada ikan lele (Clarias batrachus), gabus (Ophiocephalus striatus), baung (Macrones nemurus), kakap (Lates calcarifer), belanak (Mugil cephalus), tawes (Puntius javanicus), julung-julung (Hemiramphus sp.) dan masih banyak lagi.
Aktivitas Wisata yang Bisa Dilakukan di Way Kambas
(Foto badak sumatera kecil. Sumber: Instagram btn_waykambas)
Kekayaan hayati Taman Nasional Way Kambas tentu menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Ada beberapa kegiatan seru yang bisa Eigerian coba ketika berkunjung ke taman nasional ini.
1. Menunggangi Gajah
(Foto gajah di TN Way Kambas. Sumber: Instagram btn_waykambas)
Dikenal sebagai rumah satwa gajah sumatera, disini, kita bisa lebih dekat dengan gajah sumatera. Eigerian bisa mencoba pengalaman baru menunggangi gajah didampingi oleh pawang profesional.
Gajah yang kita tunggangi tentunya sudah terlatih. Disini, kita akan diajak berkeliling taman nasional sambil menunggangi gajah dan menjumpai berbagai satwa lain yang menghuni kawasan Way Kambas.
2. Menyaksikan Badak Sumatera
Selain Pusat Pelatihan Gajah, terdapat juga Pusat Penangkaran In Situ Badak Sumatera di Way Kambas. Disini, kita bisa mengamati kehidupan badak sumatera langsung di alam liar.
Tempat penangkaran badak sumatera ini disebut sebagai Suaka Rhino Sumatera (Sumatran Rhino Sanctuary) yang merupakan satu-satunya pusat pengembangbiakan badak sebagai satwa liar yang ada di Indonesia dan satu-satunya di dunia.
3. Pengamatan Burung
Kegiatan lain yang bisa kita coba adalah mengamati burung alias birdwatching. Disini, kita bisa mendatangi beberapa spot yang menjadi tempat nongkrong beberapa jenis burung di Way Kambas.
Menariknya, kita bisa menjumpai berbagai jenis burung dengan cukup mudah di area hutan dan danau.